Konsep Strategi Biophilic Design untuk Perancangan Ruang Transisi Terminal Poris Plawad Tangerang di Kawasan TOD
Keywords:
desain berkelanjutan, konsep biophilic, relasi ruang terbuka, urban experience, implikasi desainAbstract
Pemerintah Kota Tangerang menetapkan Terminal Poris Plawad sebagai Terminal bus berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pembangunan kota berkelanjutan. Sebagai simpul transportasi dan ruang transisi antar moda, Terminal tidak hanya dituntut memenuhi aspek fungsional, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman ruang yang nyaman dan bermakna bagi pengguna. Kepadatan aktivitas, pergerakan cepat, serta tuntutan mobilitas tinggi berpotensi menimbulkan stres pada pengguna Terminal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan konsep desain ruang transisi Terminal Poris Plawad melalui penerapan strategi biophilic design untuk meningkatkan kualitas urban experience pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif rasionalistik dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, serta telaah literatur dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan dengan mengaitkan kondisi spasial dan pengalaman pengguna dengan prinsip-prinsip biophilic design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biophilic design pada ruang transisi dapat dirumuskan melalui pengolahan ruang terbuka, komposisi solid–void, pencahayaan alami, integrasi elemen alam, serta pengolahan bentuk dan bukaan bangunan. Strategi tersebut berkontribusi dalam menciptakan kenyamanan psikologis, orientasi ruang yang jelas, dan keterhubungan manusia dengan lingkungan, sehingga mendukung tujuan TOD dan arsitektur berkelanjutan.
References
“Perkembangan Proyek KPBU Pembangunan TOD Terminal Poris Plawad,” Newsletter Kantor Bersama KPBU edisi 121 tahun 2022, Jakarta, pp. 3–4, Apr. 2022. [Online]. Available: https://kpbu.kemenkeu.go.id/berita/read/1369/perkembangan-proyek-kpbu-pembangunan-tod-Terminal-poris-plawad
A. Ali, S. Rukayah, A. B. Sardjono, and S. Juwono, “Architecture on The Imah Panggung and Babaritan Tradition as A Space Spirit in Kampung Kranggan, Bekasi, Indonesia,” J. Archit. Des. Urban., vol. 4, no. 2, pp. 97–105, 2022, doi: https://doi.org/10.14710/jadu.v4i2.13086.
S. Juwono, A. Solo, A. Ali, D. Aryanti, K. Andayani, and G. Adistira, “Sense of Place dan Kepuasan Berwisata pada Arsitektur Kampung Budaya Sindang Barang Bogor,” J. Pengabdi. Masy. Singa Pod., vol. 2, no. 1, pp. 29–38, 2024, doi: 10.58965/jpmsipo.v2i1.28.
F. Ilma and A. R. Rakhmatulloh, “Pembentukan Struktur Ruang Kompak di Kawasan Banyumanik Kota Semarang,” J. Pembang. Wil. Kota, vol. 10, no. 2, p. 139, 2014, doi: 10.14710/pwk.v10i2.7645.
I. W. Agustina and S. Hariyania, “Penerapan Transit Oriented Development Di Kawasan Tugu Kertanegara, Kota Malang,” J. Pembang. Wil. dan Kota, vol. 18, no. 1, pp. 76–97, 2022, doi: 10.14710/pwk.v18i1.33836.
O. M. Rosyadi, I. W. Agustin, and N. Firdausiyah, “Karakteristik Koridor Jalan Tugu-Kertanegara Berdasar Prinsip TOD,” Plan. Urban Reg. Environ., vol. 10, no. 0341, pp. 137–144, 2021, doi: https://doi.org/.
L. H. Tamiyati, “Redesain Terminal Tipe A Poris Plawad di Kota Tangerang dengan Tema Arsitektur Hijau,” WastuPadma, vol. 1, no. 1, pp. 10–22, 2023, doi: https://doi.org/10.62024/jawp.v1i1.2.
C. P. Ardini, K. N. Handayani, and Sumaryoto, “Integrasi Antarmoda Di Kawasan Poris Plawad Kota Tangerang, Dengan Prinsip Perancangan Transit Oriented Development,” Senthong, J. Ilm. Mhs. Arsit., vol. 5, no. 2, pp. 292–301, 2022, [Online]. Available: https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/article/view/1487
A. H. U. Y. Arsandrie, “Redesain Terminal Poris Plawad Terintegrasi dengn Stasiun Batu Ceper Di Kota Tangerang,” Surakarta, 2024. [Online]. Available: https://eprints.ums.ac.id/126332/1/NASKAH PUBLIKASI .pdf
N. Suwarno and U. G. Mada, “Usaha Arsitek Membantu Keseimbangan Alam dengan Unsur Buatan,” J. Arsit. Komposisi, vol. 13, no. 2, pp. 87–93, 2020, doi: https://doi.org/10.24002/jars.v13i2.3400.
O. ; V. J. : E. G. Heath, “Creating Positive Spaces Using Biophilic Design,” Interface, pp. 56 T4-USING BIOPHILIC DESIGN T5-An accessibl, 2018, [Online]. Available: https://globalwellnessinstitute.org/wp-content/uploads/2018/12/biophilicdesignguide-en.pdf
A. M. Apriani, Anggi ; Ummul Mustaqimah, “Penerapan Arsitektur Biofilik Pada Pusat Pertanian Perkotaan Di Surakarta,” Senthong, J. Ilm. Mhs. Arsit., vol. 6, no. 2, pp. 543–552, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/index
S. Juwono, S. Rukayah, and A. Ali, Dasar Dasar Penelitian Kualitatif Rasionalistik Untuk Ilmu Arsitektur, Planologi dan Ilmu Desain Lainnya, 1st ed. Klaten: Idebuku, 2025.
A. Soekirman, M. Nur, A. Setyawati, S. Nurhayati, and S. Subandi, “Analisis Tingkat Pelayanan Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang,” J. Manaj. Bisnis Transp. danLogistik, vol. 10, no. 1, pp. 42–57, 2024, doi: https://doi.org/10.54324/j.mbtl.v10i1.1454.
R. S. Oktavian and F. N. Hamid, “Peran Mural dalam Membangun Identitas Arsitektur Kota,” Realis. Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, vol. 2, no. 1, pp. 58–66, 2025, doi: https://doi.org/10.62383/realisasi.v2i1.434.
E. Irwandi, S. Sabana, and U. P. Harapan, “Proses Perwujudan Identitas Tempat Melalui Seni Mural,” 2019, pp. 70–76. [Online]. Available: https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/125/89