Ruang Bioklimatik bagi Budaya Lokal : Eksplorasi Desain Gedung Pertunjukan Seni Banten
Keywords:
Arsitektur Bioklimatik Kontemporer, Gedung Pertunjukan, Budaya Lokal Banten, Keberlanjutan, Material LokalAbstract
Upaya pelestarian seni pertunjukan di lingkup perkotaan seringkali menemui kendala terutama dalam hal pemenuhan fasilitas untuk kegiatan pertunjukan. Banten sebagai salah satu provinsi yang mengalami perkembangan pembangunan kota secara signifikan, mengalami permasalahan ini. Hal ini terlihat dari sebaran kegiatan seni pertunjukkan yang tidak terfasilitas secara optimal. Akibatnya seni pertunjukan budaya Banten yang sejatinya merupakan potensi budaya lokal, makin kehilangan ruang dan mengikis identitas lokal. Penelitian ini mengkaji desain gedung pertunjukan seni budaya Banten dengan pendekatan arsitektur bioklimatik kontemporer. Tujuannya adalah menciptakan ruang pertunjukan yang fungsional, nyaman, dan berkelanjutan, yang sekaligus merepresentasikan identitas budaya lokal dalam konteks urban modern kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan. Metode kajian meliputi studi literatur, analisis tapak, dan eksplorasi konsep desain yang adaptif terhadap iklim tropis serta estetika budaya Banten. Hasilnya adalah rancangan gedung dengan sistem ventilasi alami, penggunaan material lokal, dan integrasi elemen tradisional Banten yang dibalut dalam bentuk arsitektur modern yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban kontemporer.
References
G. Kesenian, D. I. Lubuk, and P. Dengan, “PENDEKATAN BANGUNAN HEMAT ENERGI OUTLINE SKRIPSI OLEH : KASMIATI PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN OUTLINE SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pada Program Studi Arsitektur Fakultas Tekni,” 2023.
D. S. Fahmi, “Accumulation by Dispossession in New Urban Development in Tangerang: A Case Study of Alam Sutera,” Proc. Next Gener. Glob. Work., vol. 14, pp. 1–17, 2021.
M. Basori, F. Bima, P. Putra, N. Amalia, and N. Rahmawati, “Kesenian Tradisional Jedor di Era Modern dalam Melestarikan Budaya di Mulyasari Pagerwojo Tulungagung,” Pros. Konseling Kearifan Nusant., vol. 4, no. Revitalisasi Bimbingan Dan Konseling Berbasis Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Kreativitas dan Ketangguhan Generasi Z Menuju Indonesia Emas, pp. 520–528, 2025, [Online]. Available: https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/kkn/article/view/6481
Francis D.K. Ching., ARCHITECTURE FORM, SPACE, & ORDER, Fourth edi. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2014. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=XkfJBQAAQBAJ&pg=PA31&source=gbs_selected_pages&cad=1#v=onepage&q&f=false
N. Suwarno and U. G. Mada, “Usaha Arsitek Membantu Keseimbangan Alam dengan Unsur Buatan”.
A. Couvelas, “ScienceDirect ScienceDirect ScienceDirect Bioclimatic building building design design theory theory and and application application Bioclimatic,” Procedia Manuf., vol. 44, no. 2019, pp. 326–333, 2020, doi: 10.1016/j.promfg.2020.02.238.
A. Fitri and P. Iklim, “KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN EXPO ICE BSD ,” pp. 35–42, 2022.
M. A. Nasution and E. Nurzal, “Arsitektur kontemporer pada bangunan,” vol. 9, no. 18, 2019.
B. A. Hildayanti, “No Title,” vol. 9, 2022.
M. R. Maharani, E. Prianto, D. Arsitektur, F. Teknik, and U. Diponegoro, “Penerapan prinsip bioklimatik pada bangunan rumah tinggal,” vol. 1, no. 2, pp. 28–35, 2021.