Mewujudkan Ruang Pemulihan Berbasis Lanskap Terapeutik : Pusat Kesehatan Mental di Sentul City, Kabupaten Bogor

Authors

  • Alif Januar Syah universitas pancasila
  • I Nyoman Teguh P Universitas Pancasila

Keywords:

Lanskap Terapeutik, Kesehatan Mental, Arsitektur Pemulihan, Ruang Terapi, Sentul City

Abstract

Kesehatan mental menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan yang sering berhadapan dengan tekanan aktivitas dan lingkungan. Penelitian ini merancang Pusat Kesehatan Mental di Sentul City dengan pendekatan lanskap terapeutik, yaitu memanfaatkan elemen alam untuk mendukung proses pemulihan secara emosional dan psikologis. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi preseden, observasi lapangan, dan analisis tapak. Konsep yang diterapkan menghadirkan ruang terbuka yang teduh, pencahayaan alami, ventilasi silang, elemen air, serta pengolahan kontur untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman. Pembagian zonasi ruang dilakukan untuk mendukung kebutuhan kegiatan bersama maupun individu. Hasil perancangan menunjukkan bahwa lingkungan yang dirancang dengan baik dapat membantu proses pemulihan dan meningkatkan kualitas pengalaman pengguna dalam menjalani perawatan.

References

S. S. Tanwir, A. S. Huda, A. Latif, and A. Syafi’i, “role of green open spaces in the mental health and happiness of urban communities,” JPSTD, vol. 2, no. 1, July 2024, doi: 10.61511/jpstd.v2i1.2024.1031.

A. Callaghan et al., “The impact of green spaces on mental health in urban settings: a scoping review,” Journal of Mental Health, vol. 30, no. 2, pp. 179–193, Mar. 2021, doi: 10.1080/09638237.2020.1755027.

A. Hagerup, H. Wijk, G. Lindahl, and S. Olausson, “Toward a Future Orientation: A Supportive Mental Health Facility Environment,” HERD, vol. 17, no. 2, pp. 38–56, Apr. 2024, doi: 10.1177/19375867231221151.

L. Oeljeklaus et al., “Therapeutic Landscapes and Psychiatric Care Facilities: A Qualitative Meta-Analysis,” IJERPH, vol. 19, no. 3, p. 1490, Jan. 2022, doi: 10.3390/ijerph19031490.

K. Doughty, “Therapeutic landscapes,” in The Routledge Companion to Landscape Studies, 2nd ed., P. Howard, I. Thompson, E. Waterton, and M. Atha, Eds., Second edition. | Milton Park, Abingdon, Oxon ; New York : Routledge, 2018.: Routledge, 2018, pp. 341–353. doi: 10.4324/9781315195063-27.

“View through a Window May Influence Recovery from Surgery”, doi: 10.1126/science.6143402.

L. Rodríguez-Labajos, J. Kinloch, S. Grant, and G. O’Brien, “The Role of the Built Environment as a Therapeutic Intervention in Mental Health Facilities: A Systematic Literature Review,” HERD, vol. 17, no. 2, pp. 281–308, Apr. 2024, doi: 10.1177/19375867231219031.

M. Soga, K. J. Gaston, and Y. Yamaura, “Gardening is beneficial for health: A meta-analysis,” Preventive Medicine Reports, vol. 5, pp. 92–99, Mar. 2017, doi: 10.1016/j.pmedr.2016.11.007.

Putri, R. Siti Delima Amanda, and Chotib, “Detecting Informal Settlement Development In Penjaringan Sub-District, North Jakarta, Indonesia,” IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., vol. 436, no. 1, p. 012008, Jan. 2020, doi: 10.1088/1755-1315/436/1/012008.

S. Khairunnisa, N. Nasrullah, and P. I. Pratiwi, “Kajian potensi tanaman aromatik untuk penggunaannya dalam lanskap terapeutik (Studi kasus: BSIP TROA),” vol. 11, no. 1, 2025.

Downloads

Published

2025-01-25

Issue

Section

Sub Tema 3: Arsitektur dan Tata Ruang Cerdas Berbasis Keberlanjutan