Sistem Pendukung Keputusan Prioritas Revitalisasi Situs Budaya dan Wisata: Studi Kasus Provinsi DKI Jakarta
Abstract
Visi Jakarta menjadi kota global teratas terhambat oleh penurunan peringkat Global Cities Index. Dengan 43% objek budaya membutuhkan revitalisasi substantif dan alokasi anggaran yang terbatas, Dinas Kebudayaan menghadapi kesulitan dalam menentukan prioritas. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan untuk membantu memprioritaskan situs cagar budaya yang akan direvitalisasi. Sistem ini mengimplementasikan dan membandingkan dua metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Perhitungan didasarkan pada lima kriteria yaitu urgensi, nilai budaya, potensi pariwisata, aksesibilitas, dan perkiraan biaya. Studi kasus yang digunakan yaitu lima lokasi situs budaya dan wisata di area Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode, SAW dan TOPSIS, secara konsisten menempatkan wilayah Pecinan Glodok sebagai prioritas tertinggi. Terdapat perbedaan pada perangkingan kedua dan ketiga yang disebabkan oleh perbedaan dalam proses normalisasi dan logika pengambilan keputusan masing-masing metode.