Optimalisasi Pencahayaan Alami sebagai Penerapan Konsep Passive Design pada Rumah Susun Kelas Menengah
Abstract
Peningkatan konsumsi energi di sektor bangunan vertikal, yang menjadi kontributor signifikan emisi CO₂ global, menuntut penerapan solusi desain yang lebih bertanggung jawab dan efisien. Dalam konteks iklim tropis Indonesia, beban operasional didominasi oleh sistem pendinginan dan pencahayaan buatan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi pencahayaan alami sebagai penerapan konsep Passive Design pada Rumah Susun Kelas Menengah guna mendukung efisiensi energi. Metode yang digunakan adalah kombinasi Kajian Literatur dan Pendekatan Desain Konseptual. Kajian literatur berfokus pada analisis sistematis prinsip arsitektur tropis, standar pencahayaan (misalnya 120–250 lux), serta parameter teknis seperti Window-to-Wall Ratio (WWR) dan kontrol silau (glare). Hasil sintesis menunjukkan bahwa desain fasad yang tidak terintegrasi secara pasif sering kali menyebabkan over-illumination dan ketidaknyamanan visual, yang berujung pada penggunaan tirai dan lampu buatan yang tidak efisien. Berdasarkan hasil kajian, rekomendasi desain teoretis yang dirumuskan mencakup orientasi bangunan yang tepat (Utara–Selatan), serta penentuan dimensi bukaan dan penggunaan elemen peneduh (shading device) yang strategis. Implementasi prinsip desain pasif yang terfokus pada elemen fasad ini sangat krusial untuk menekan beban energi operasional, menciptakan lingkungan yang nyaman, dan mencapai tujuan bangunan hemat energi.