Konsep Walkability Dalam Penataan Kawasan Pasar Induk di Pasar Minggu,Jakarta Selatan.

Authors

  • Komang Agus Sanjaya Universitas Pancasila
  • Agus S. Sadana Universitas Pancasila

Keywords:

Pasar tradisional, penataan kawasan, walkability, ruang publik, konektivitas, keberlanjutan, budaya lokal.

Abstract

Pasar tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi
masyarakat perkotaan. Selain menjadi pusat transaksi ekonomi rakyat, pasar juga berfungsi sebagai
ruang interaksi sosial yang mencerminkan identitas budaya dan dinamika kehidupan kota. Namun,
dalam perkembangannya, banyak pasar tradisional menghadapi berbagai permasalahan seperti
ketidakteraturan tata ruang, kemacetan lalu lintas, keterbatasan fasilitas publik, serta rendahnya
kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki. Kondisi tersebut juga terjadi di kawasan Pasar Induk
Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang merupakan salah satu kawasan perdagangan dengan tingkat
aktivitas ekonomi yang tinggi namun belum tertata secara optimal.
Penataan ulang kawasan ini menjadi penting untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai ruang
publik yang produktif dan nyaman. Pendekatan konsep walkability diterapkan sebagai strategi
utama dalam perancangan kawasan, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang ramah pejalan
kaki, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Melalui konsep ini, perancangan diarahkan pada
peningkatan kualitas sirkulasi pejalan kaki, penataan ulang zona perdagangan yang lebih
terorganisir, penyediaan ruang publik yang inklusif, serta optimalisasi konektivitas antar area untuk
memudahkan mobilitas pengunjung tanpa mengganggu aktivitas pasar.
Penerapan konsep walkability diharapkan dapat memperbaiki citra kawasan Pasar Minggu sebagai
pusat perdagangan tradisional yang modern dan berdaya saing, sekaligus memperkuat karakter lokal
serta nilai-nilai sosial yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kawasan
ini dapat bertransformasi menjadi lingkungan pasar yang tertata, adaptif, dan berkelanjutan, tanpa
kehilangan jati diri budaya serta fungsi sosialnya bagi masyarakat kota.

Downloads

Published

2026-01-25

Issue

Section

Sub Tema 3: Arsitektur dan Tata Ruang Cerdas Berbasis Keberlanjutan