Waterfront City Dalam Kawasan Perikanan

Authors

  • Rafly Adriansyah Nugraha Universitas Pancasila
  • Agus S. Sadana Universitas Pancasila

Keywords:

Kawasan Perikanan; Waterfront City; Keberlanjutan; Wisata Bahari; Aspek Pesisir

Abstract

Kawasan perikanan pesisir di Indonesia memiliki potensi strategis sebagai pusat kegiatan ekonomi maritim, namun banyak sentra perikanan, seperti Muara Angke, masih menghadapi tantangan serius akibat tata ruang yang belum terkelola dengan baik. Hal ini ditandai oleh kepadatan permukiman, minimnya Ruang Terbuka Hijau, dan degradasi lingkungan pesisir akibat aktivitas bongkar muat dan pengolahan hasil laut yang tidak tertata. Kegagalan tata ruang ini menimbulkan eksternalitas negatif yang menghambat efisiensi ekonomi dan potensi pariwisata bahari. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek Waterfront City sebagai solusi revitalisasi kawasan perikanan melalui studi banding antara Muara Angke yang tradisional dan Port Vell di Barcelona yang telah berhasil bertransformasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan konsep ini mampu menunjang kegiatan pelabuhan, mengoptimalkan potensi perikanan, dan membuka peluang transformasi kawasan menjadi pusat wisata kuliner dan edukasi kontemporer. Manfaat utamanya meliputi penguatan ekonomi melalui sektor pariwisata dan jasa, serta peningkatan kualitas lingkungan melalui penyediaan ruang publik yang aktif. Namun, keberhasilan ini disertai risiko gentrifikasi dan potensi hilangnya akses bagi nelayan tradisional, seperti yang terjadi di Port Vell. Oleh karena itu, implementasi Waterfront City harus dijalankan dengan pendekatan yang seimbang antara pengembangan ekonomi, pelestarian sosial, dan keberlanjutan lingkungan guna menjamin keberhasilan transformasi tanpa menghilangkan karakter lokal kawasan.

References

A. S. Permana, W. Astuti, and E. Er, “Waterfront Development Concepts in Indonesia from the Perspective of Urban Planning and Environmental Sustainability,” Int J. of BES, vol. 4, no. 3, Sept. 2017, doi: 10.11113/ijbes.v4.n3.207.

E. Sution, Y. Prianto, I. R. W. Putra, L. Anastasia, and B. Gea, “MUARA ANGKE SEBAGAI PENOPANG WISATA PESISIR DI KEPULAUAN SERIBU,” vol. 1, no. 2.

H. Purnomo and E. Harisun, “SOSIALISASI KONSEP WATERFRONT CITY PADA KAWASAN PEMUKIMAN PESISIR KELURAHAN TOMALOU,” vol. 02, no. 02, 2023.

“PP Nomor 27 Tahun 2021 (Kawasan Perikanan).”

“2021PERGUB003183.”

J. Ibarz and B. J. Von Briesen, “From Corporations to Companies: The Development of Capitalism in Maritime Cargo Handling in the Port of Barcelona (ca. 1760–1873),” Inter. Labor Working-Class Hist., vol. 102, pp. 200–224, 2022, doi: 10.1017/S0147547922000023.

P. de Barcelona, “From the search for shelter to the modern port,” History of Port Vell. [Online]. Available: https://www.portdebarcelona.cat/en/port-vell/history-port-vell

Downloads

Published

2026-01-25

Issue

Section

Sub Tema 3: Arsitektur dan Tata Ruang Cerdas Berbasis Keberlanjutan