Evaluasi Tingkat Kebisingan pada Industri Metal Custom Fabrication (Studi kasus PT XYZ)
Keywords:
Kebisingan , Industri Manufaktur , Sound Level Meter , Lingkungan kerja , Keselamatan KerjaAbstract
Industri metal custom fabrication umumnya menggunakan mesin berkecepatan tinggi seperti bubut dan milling yang berpotensi menimbulkan kebisingan tinggi. Kondisi ini juga terjadi di PT Bintang Mas Technika, perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen logam melalui proses pemesinan. Kebisingan yang dihasilkan dapat menurunkan kenyamanan serta berisiko terhadap kesehatan pendengaran pekerja, sehingga diperlukan evaluasi tingkat kebisingan di area produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan di PT Bintang Mas Technika dan membandingkannya dengan nilai ambang batas sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018. Metode yang digunakan meliputi pengukuran langsung dengan Sound Level Meter dan perhitungan tingkat kebisingan ekuivalen (Leq). Hasil menunjukkan bahwa beberapa titik pengukuran melebihi batas aman 85 dB, terutama pada stasiun kerja bubut dan milling, yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran akibat paparan jangka panjang. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar perusahaan melakukan pengendalian kebisingan melalui penggunaan alat pelindung diri dan perawatan mesin secara berkala
References
M. Nanda Khalifa, M. S. Karim, and F. Rozak, “Persepsi Siswa SMK Teknik Mesin Terhadap Pengaruh Getaran Mesin Gerinda pada Kualitas Hasil Pemotongan Logam,” Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, vol. 2, no. 3, pp. 3862–3872, 2025, doi: 10.32672/mister.v2i3.3297.
J. Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan et al., “Hubungan Karakteristik Individu dan Intensitas Kebisingan dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja,” Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, vol. 05, no. 1, pp. 13–19, [Online]. Available: http://jk3l.fkm.unand.ac.id/index.php/jk3l/index
Rafa Zemy Amalia, T. Srisantyorini, and I. Hasanah, “Dampak Paparan Kebisingan Lingkungan Kerja Terhadap Gangguan Pendengaran,” Health & Medical Sciences, vol. 2, no. 3, p. 15, May 2025, doi: 10.47134/phms.v2i3.409.
Permen_5_2018. Indonesia: Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pp. 1–258.
K. dan Kesehatan Kerja di Industri Pengolahan Kelapa Sawit, O. Kepatuhan Regulasi, dan P. Implementasinya di S Author, and F. Wulandari Sinurat, “TALENTA Conference Series: Energy and Engineering,” 2024, doi: 10.32734/ee.v7i1.2208.
B. O. Pratama and F. Rosariawari, “Analisis Tingkat Kebisingan Pada Lingkungan Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi,” Jurnal Serambil Engneering, vol. X, no. 4, pp. 15617–15626, Oct. 2025.
SNI 7231:2009 Standar Nasional Indonesia Metoda pengukuran intensitas kebisingan di tempat kerja ICS 13.140 Badan Standardisasi Nasional. pp. 1–6.
Mahyunis, M. Syukri, and B. S. Bimantoro, “Penerapan SMK3 untuk Mencegah Penyakit Akibat Kebisingan di Stasiun Sterilizer pada Pabrik Kelapa Sawit,” IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA), vol. 2, no. 2, pp. 54–62, Aug. 2023, doi: 10.56862/irajtma.v2i2.58.
Rafa Zemy Amalia, T. Srisantyorini, and I. Hasanah, “Dampak Paparan Kebisingan Lingkungan Kerja Terhadap Gangguan Pendengaran,” Health & Medical Sciences, vol. 2, no. 3, p. 15, May 2025, doi: 10.47134/phms.v2i3.409.
Q. R. Aliyah and B. Cahyadi, “Pemetaan Tingkat Kebisingan Pada Bengkel Pipa Dan Mess Karyawan I Dengan Metode Peta Kontur,” Seminar Nasional Sains dan Teknologi, no. 2, pp. 1–6, Nov. 2022