Perilaku Agresi Verbal pada Anak ADHD di Lingkungan Sekolah (Studi Kasus Sekolah Dasar Swasta Pantara)
Keywords:
ADHD, agresi verbal, anak usia sekolah, diregulasi emosiAbstract
Masa kanak-kanak merupakan masa emas bagi tahap perkembangan anak. Hal ini berlaku juga pada anak ADHD yang memerlukan pendidikan khusus agar dapat mengembangkan diri dengan maksimal. Namun, anak ADHD memiliki kesulitan regulasi emosi sehingga rentan memunculkan perilaku agresi verbal apabila terpapar lingkungan yang agresif pula. Pada saat ini, perilaku agresi verbal tidak umum dipahami oleh pendidik. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran keseluruhan mengenai perilaku agresi verbal beserta faktor yang berkontribusi pada kemunculan perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus. Partisipan terdiri atas tiga orang guru dan lima siswa ADHD berusia sekolah yang dipilih dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara yang disusun berdasarkan lima aspek: agresi verbal aktif langsung, agresi verbal aktif tidak langsung, agresi verbal pasif langsung, agresi verbal pasif tidak langsung, dan disregulasi emosi. Analisa data dilakukan secara tematik. Hasil gambaran agresi verbal yang ditemukan adalah perilaku berteriak, membentak, mengancam, mengejek, berkata kasar pada orang lain, serta menghindari lawan bicara. Perilaku tersebut muncul sebagai respon reaktif partisipan terhadap emosi yang dirasakan, baik secara positif maupun negatif. Faktor-faktor pendukung munculnya perilaku agresi verbal yang ditemukan adalah frekuensi interaksi sehari-hari anak dengan anggota keluarga, jenis media internet yang diakses oleh anak, serta suasana antar siswa yang dimiliki di kelas. Apabila dilakukannya pengumpulan data melalui metode observasi pada penelitian selanjutnya, sebaiknya dilaksanakan selama minimal tiga minggu demi mendapatkan kelengkapan data pola perilaku agresi verbal siswa secara mendetail.

