Kajian Literatur: Literasi Kesehatan Mental dan Pengaruhnya pada Intensi Pencarian Bantuan Profesional oleh Perempuan dalam Dating Violence
Keywords:
intensi mencari bantuan profesional, kekerasan pacaran, literasi kesehatan mentalAbstract
Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi kesehatan mental terhadap intensitas mencari bantuan profesional pada perempuan yang mengalami dating violence. Dating violence dapat menimbulkan risiko fisik dan psikologis yang serius, sehingga kemampuan untuk mencari dukungan yang tepat sangat penting bagi korban. Permasalahan utama yang ingin diselesaikan adalah minimnya pemahaman mengenai bagaimana literasi kesehatan mental dapat meningkatkan kesiapan dan niat korban dalam mencari pertolongan, serta tantangan seperti stigma dan akses layanan yang masih menjadi kendala. Metode dalam kajian literatur ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) yang terstruktur untuk mengumpulkan, menilai, menggabungkan, dan menyusun hasil dari berbagai penelitian-penelitian dengan tahun terbit antara tahun 2015-2025 mengenai pertanyaan atau topik yang relevan. Instrumen penelitian berupa kumpulan sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian, dengan pengelolaan referensi menggunakan perangkat lunak mendeley serta catatan manual menggunakan buku dan laptop. Hasil kajian literatur menunjukkan adanya pengaruh antara literasi kesehatan mental terhadap intensitas mencari bantuan profesional, dengan faktor moderator berupa stigma, dukungan sosial, dan akses layanan kesehatan mental. Tingginya literasi kesehatan mental berkontribusi pada peningkatan niat korban untuk mencari pertolongan profesional, meskipun hambatan sosial dan stigma masih menjadi kendala utama yang harus diatasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi kesehatan mental melalui intervensi edukasi dan komunitas guna memberdayakan korban, mengurangi stigma, dan meningkatkan akses layanan kesehatan mental. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan tenaga kesehatan dalam mendukung perempuan rentan mengatasi hambatan mencari bantuan dan meningkatkan hasil kesehatan mental dalam konteks dating violence.

