Cinta yang Mengikat, Jiwa yang Terbelenggu: Codependency dan Learned Helplessness pada Pasangan Dewasa Awal
Keywords:
codependency, dewasa awal, hubungan romantis, kesehatan mental, learned helplessnessAbstract
Fenomena hubungan romantis yang tidak sehat masih banyak terjadi pada dewasa awal, ditandai dengan pola ketergantungan emosional dan kesulitan melepaskan diri dari pasangan meski hubungan tersebut menimbulkan tekanan psikologis. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan codependency dan learned helplessness, dua konsep psikologis yang menjelaskan bagaimana individu dapat bertahan dalam relasi disfungsional. Penelitian ini berupaya menjawab kesenjangan pemahaman mengenai bagaimana ketergantungan emosional dan perasaan tidak berdaya saling berinteraksi dalam mempertahankan hubungan yang tidak sehat. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada dewasa awal yang memiliki pasangan, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara codependency dan learned helplessness (r = -0,452; p < 0,001). Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat codependency, semakin rendah tingkat learned helplessness pada dewasa awal. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada sampel yang hanya mencakup individu dengan pasangan, penggunaan desain cross-sectional, serta keterbatasan waktu dan sumber daya. Meskipun demikian, hasil penelitian memberikan kontribusi penting bagi akademisi maupun praktisi, khususnya memahami faktor psikologis yang membuat individu bertahan dalam hubungan tidak sehat.

