Literasi Digital dan Peran Keluarga dalam Mendukung Kesehatan Mental Remaja: Perspektif Konseling Dakwah Digital
Keywords:
kesehatan mental remaja, konseling dakwah, literasi digital peran keluarga, stigmaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kolaborasi antara Konseling Dakwah Digital (KDD) dan literasi digital dalam mendukung kesehatan mental serta meningkatkan kesadaran keagamaan remaja di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam terhadap 5 orang tua dan 7 remaja (usia 13-17 tahun) dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya diskrepansi signifikan dalam dukungan keluarga: orang tua cenderung memberikan dukungan solutif, sementara remaja mendesak kebutuhan akan validasi emosional dan didengarkan tanpa dihakimi. Isu stigma terkait masalah kesehatan mental lebih kuat di kalangan orang tua. Konsep KDD diterima baik, namun mayoritas partisipan lebih memilih sesi tatap muka (offline) daripada online. Disimpulkan bahwa KDD relevan sebagai destigmatizer dan jembatan spiritual, namun implementasinya perlu mempertimbangkan model hibrida yang memprioritaskan layanan tatap muka.

