Pendekatan System Thinking untuk Mengungkap Dinamika Inflasi IPK dan Kesenjangan Kompetensi Akademik di Perguruan Tinggi

Authors

  • I Gusti Ayu Agung Istri Risna Prajna Devi Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Adila Shabira Nurfaizah Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Aldan Abdul Haris Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Nadiya Tri Aryani Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Wa Ode Sitti Israwati Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Keywords:

data sekunder, inflasi IPK, kesenjangan keadilan akademik, pendidikan tinggi, system thinking

Abstract

Fenomena inflasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di perguruan tinggi Indonesia menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem penilaian akademik yang berpotensi menimbulkan kesenjangan keadilan di lingkungan pendidikan tinggi. Studi ini bertujuan untuk memetakan dinamika sistemik penyebab inflasi IPK serta menelaah implikasinya terhadap persepsi keadilan akademik (academic fairness perception) dan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan system thinking berbasis data sekunder, dengan menganalisis dokumen hasil pemetaan sistem dan literatur konseptual yang relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi elemen sistem, relasi sebab-akibat, feedback loop, serta pengenalan system traps yang memperkuat perilaku tidak adaptif dalam ekosistem akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi IPK dipengaruhi oleh system trap seperti seeking the wrong goal (orientasi pada angka, bukan kompetensi), shifting the burden to the intervenor (penyesuaian nilai sebagai solusi semu terhadap tekanan institusional), dan drift to low performance (penurunan standar akademik secara bertahap). Pola sistemik tersebut menurunkan persepsi keadilan mahasiswa, mengikis motivasi intrinsik, serta melemahkan kepercayaan terhadap validitas IPK sebagai indikator kompetensi. Kajian ini menegaskan pentingnya reformasi sistem evaluasi akademik yang berlandaskan transparansi, asesmen autentik, dan pembelajaran berkeadilan sebagai strategi penguatan kualitas sumber daya manusia di pendidikan tinggi Indonesia.

Downloads

Published

2026-03-30