Pengaruh Pola Asuh Otoritatif dan Interaksi Teman Sebaya terhadap Konsep Diri Siswa SMKN 26 Jakarta

Authors

  • Farah Adinda Ramadhani Universitas Al-Azhar Indonesia, Kby. Baru, Kota Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia
  • Anisa Rahmadani Universitas Al-Azhar Indonesia, Kby. Baru, Kota Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Keywords:

bimbingan dan konseling, interaksi teman sebaya, konsep diri, pola asuh otoritatif, remaja

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan penting bagi pembentukan identitas dan konsep diri yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan sosial. Pola asuh otoritatif, yaitu pola pengasuhan yang mengombinasikan kontrol tegas dengan kehangatan dan komunikasi dua arah, serta interaksi teman sebaya yang suportif, merupakan dua faktor yang berkontribusi dalam membentuk konsep diri positif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoritatif orang tua dan interaksi teman sebaya terhadap konsep diri remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 110 siswa kelas 11 (usia 16–18 tahun) dari berbagai jurusan. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur tiga variabel utama, yaitu pola asuh otoritatif, interaksi teman sebaya, dan konsep diri. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara simultan antara pola asuh otoritatif orang tua dan interaksi teman sebaya terhadap konsep diri siswa (F = 55,780; p < 0,001). Secara parsial, baik pola asuh otoritatif (p < 0,05) maupun interaksi teman sebaya (p < 0,05) memberikan pengaruh signifikan terhadap konsep diri. Koefisien determinasi sebesar 0,510 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas tersebut bersama-sama dapat menjelaskan 51% variasi konsep diri siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya kombinasi dukungan orang tua yang responsif dan hubungan sosial positif dengan teman sebaya dalam pembentukan konsep diri remaja. Penelitian ini diharapkan memberikan masukan bagi orang tua, guru, serta praktisi bimbingan dan konseling dalam merancang program pengembangan diri yang efektif berbasis lingkungan keluarga dan sosial.

Downloads

Published

2026-03-30