Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi Berbasis Nilai Budaya Lokal
Keywords:
kepemimpinan transformasional, nilai budaya lokal, transformasi pendidikan tinggiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal, dengan fokus pada nilai-nilai budaya lokal masyarakat Sikka di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Permasalahan utama yang diangkat adalah masih terbatasnya integrasi nilai budaya lokal ke dalam praktik kepemimpinan dan tata kelola perguruan tinggi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review melalui telaah berbagai artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara kepemimpinan transformasional, nilai budaya lokal, dan kinerja institusi pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, melalui dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, mampu mendorong perubahan budaya organisasi dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Nilai-nilai lokal di Sikka, terutama kula babong dapat dipadukan dengan prinsip kepemimpinan transformasional sehingga memperkuat identitas institusi sekaligus menjawab tuntutan perubahan zaman. Keterbatasan penelitian ini adalah masih berbasis literatur sehingga diperlukan verifikasi empiris di lapangan. Namun demikian, temuan ini berkontribusi bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang model kepemimpinan pendidikan tinggi yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal. Orisinalitas penelitian ini terletak pada integrasi teori kepemimpinan transformasional dengan kearifan lokal Sikka di Flores sebagai pendekatan baru yang relatif belum dieksplorasi, serta membuka peluang penelitian lanjutan berbasis empiris di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

