“How Can We Survive?”: Peran Intolerance of Uncertainty terhadap Future Anxiety pada Generasi Z Fase Emerging Adulthood
Keywords:
emerging adulthood, future anxiety, Gen Z, intolerance of uncertainityAbstract
Gen Z merupakan generasi pertama yang benar-benar tumbuh di era perkembangan teknologi digital. Akibatnya, Gen Z tidak dapat terhindar dari dampak dari perubahan sosial dan ekonomi yang begitu cepat. Saat ini, Gen Z umumnya tengah berada pada fase emerging adulthood. Fase emerging adulthood merupakan periode transisi menuju dewasa awal yang kerap disertai oleh ketidakpastian, terutama pada Gen Z yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang dapat memicu future anxiety. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intolerance of uncertainty terhadap future anxiety pada Gen Z yang berada pada fase emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Partisipan berjumlah 336 orang menggunakan purposive sampling dengan kriteria yaitu Gen Z yang berstatus sebagai mahasiswa aktif atau fresh graduate, berusia 18-25 tahun, dan tidak sedang bekerja. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah IUS-12 (Intolerance of uncertainty Scale-12) dan FAS (Future Anxiety Scale) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intolerance of uncertainty berpengaruh positif terhadap future anxiety (p<0,05; β = 2.170; r = 0,311) dengan besar pengaruh yaitu sebesar 31,1%. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi intolerance of uncertainty yang dialami oleh Gen Z fase emerging adulthood, maka akan semakin tinggi future anxiety yang mereka alami. Penelitian ini dapat berimplikasi pada penguatan teori dan mengisi kekurangan dalam literatur dengan menyajikan data empiris yang jelas mengenai peran intolerance of uncertainty dalam memprediksi tingkat future anxiety pada fase emerging adulthood.

