Generasi Z dan Makna Baru Intimasi: Pergeseran Nilai dalam Pernikahan, Relasi, dan Keluarga

Authors

  • Maharani Ardi Putri Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Andri Setia Dharma Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Indonesia

Abstract

Transformasi nilai sosial, perkembangan teknologi, dan luasnya akses informasi telah membentuk cara Generasi Z memaknai relasi intimasi, institusi pernikahan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pandangan Generasi Z terhadap pernikahan sebagai institusi sosial, persepsi mereka tentang keluarga dan pembagian peran gender, serta menelaah fenomena seks pranikah, keberagaman orientasi seksual, dan keputusan childfree sebagai refleksi perubahan paradigma nilai. Partisipan penelitian berjumlah 1.303 individu dalam rentang usia 19-27 tahun dan berdomisili di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei daring dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan masih dipandang penting, namun bukan lagi bersifat wajib. Keputusan untuk menikah sangat dipengaruhi kesiapan emosional, stabilitas finansial, dan pencapaian tujuan hidup personal. Di sisi lain, terdapat kecenderungan menuju pola relasi yang lebih egaliter dalam pengasuhan anak dan pembagian peran rumah tangga, meskipun nilai tradisional terkait peran suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai  pihak yang mengelola rumah tangga tetap kuat. Fenomena childfree dan keterbukaan terhadap orientasi seksual non-heteronormatif tampak meningkat, tetapi belum dominan. Pada penelitian ini tampak bahwa Generasi Z memaknai pernikahan secara fleksibel dan selektif, mengombinasikan nilai tradisional dan progresif dengan orientasi pada keseimbangan relasional serta kualitas hidup

Downloads

Published

2026-03-30