Viktimisasi Perundungan pada Siswa Indonesia: Peran Regulasi Emosi dan Rasa Memiliki Sekolah
Keywords:
perundungan, PISA, rasa memilliki sekolah, regulasi emosi, pendidikanAbstract
Perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius di Indonesia dan berdampak pada kesejahteraan psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran regulasi emosi sebagai faktor internal dan rasa memiliki terhadap sekolah sebagai faktor eksternal dalam memprediksi risiko peserta didik menjadi korban perundungan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan analisis data sekunder dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Data PISA 2022 menyediakan data yang reliabel dengan motodologi pengumpulan data penelitian sudah terstandar internasional. Sampel penelitian terdiri atas 12.385 peserta didik Indonesia berusia 15 hingga 16 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi signifikan secara statistik, F(2, 12.382) = 192,283, p < .001, dengan nilai R² = .030. Regulasi emosi (β = –0,099, p < .001) dan rasa memiliki terhadap sekolah (β = –0,127, p < .001) berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kecenderungan peserta didik menjadi korban perundungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi emosi dan rasa keterikatan terhadap sekolah, maka semakin rendah risiko peserta didik mengalami viktimisasi perundungan. Implikasi dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya penerapan program pendidikan emosi serta intervensi terhadap iklim sekolah secara menyeluruh guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

