Bagaimana IBSA Mempengaruhi Subjeknya: Studi Fenomenologi
Keywords:
Image-Based Sexual Abuse (IBSA), psikologi siberAbstract
Image-Based Sexual Abuse (IBSA) merupakan kegiatan menyebarkan konten seksual baik dalam bentuk foto maupun video tanpa seizin orang yang muncul di dalamnya. Seorang individu tidak hanya menafsirkan peristiwa Image-Based Sexual Abuse (IBSA) yang dialaminya sebagai peristiwa eksternal namun juga menafsirkan pengalaman mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perasaan dan pengalaman subjek pasca mengalami Image-Based Sexual Abuse (IBSA). Subjek dalam penelitian ini merupakan 10 orang subjek berjenis kelamin perempuan pasca mengalami Image-Based Sexual Abuse (IBSA) oleh orang yang dikenal. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah in-depth interview, sebagai pendukung peneliti juga menggunakan metode observasi serta analisis dokumen. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para subjek yang mengalami Image- Based Sexual Abuse (IBSA) oleh mantan pacar maupun orang terdekat yang dikenal mengalami trauma dalam berhubungan sosial, mereka juga merasa tidak percaya kepada siapapun yang di sekitar mereka. Para subjek melakukan perilaku menarik diri dari lingkungan pertemanan dan media sosial setelah mengetahui bahwa foto atau video mereka tersebar di internet karena malu. Selanjutnya subjek merasa tidak percaya diri saat di dunia luar karena cemas jika ada orang yang mengetahui bahwa foto dan video mereka pernah tersebar di internet.

