Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Keyakinan Teori Konspirasi
Keywords:
keyakinan konspirasi COVID-19, penggunaan media sosialAbstract
Pada masa pandemi COVID-19 ini dikala manusia diharapkan untuk tetap berdiam diri di rumah, media sosial merupakan media alternatif untuk memenuhi kebutuhan mereka terkait hiburan, komunikasi dan bahkan dalam mencari informasi. Media sosial ketika digunakan untuk mencari informasi merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, penyebaran informasi yang cepat membuat individu mencari dan mengonsumsi berita dari media sosial. Di sisi lain, merupakan sarana utama dimana individu mempelajari teori konspirasi dan berkomunikasi dengan ahli konspirasi lain. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan keyakinan teori konspirasi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 349 partisipan pengguna media sosial aktif yang merupakan warga Indonesia, berusia 19-40 tahun, dan pendidikan minimal SMA/SMK. Teknik pengumpulan data berupa skala intensitas penggunaan media sosial disusun berdasarkan teori Intensitas milik Ajzen (2005) dengan reliabilitas 0,936 dan skala keyakinan teori konspirasi COVID-19 disusun berdasarkan teori Keyakinan Konspirasi milik Douglas, Sutton, & Cichocka (2017) dengan reliabilitas 0,975. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Non Parametrik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan keyakinan teori konspirasi COVID-19. Hal ini berdasarkan skor signifikansi yang didapatkan lebih kecil daripada taraf signifikansi (0.000 < 0.05).

