Gambaran Psychological Capital Mahasiswa di Universitas Swasta Jakarta: Tinjauan Pengetahuan dan Gender
Keywords:
jenis kelamin, mahasiswa, pengetahuan kewirausahaan, psychological capitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai psychological capital sebagai salah satu faktor yang mendorong kewirausahaan pada mahasiswa di salah satu universitas swasta di Jakarta. Hal ini didasari oleh penelitian yang dilakukan Sea Group bekerja sama dengan World Economic Forum yang menyebutkan angka keinginan anak muda untuk berwirausaha berada pada peringkat teratas. Serta dukungan Kemendikbud yang melakukan program sekolah pencetak wirausaha berbasis digital bekerja sama dengan Asosiasi Kementerian Pendidikan Se-ASEAN itu sejak 2018. Lebih lanjut perilaku berwirausaha tidak datang begitu saja, meskipun mahasiswa telah mendapatkan perkuliahan kewirausahaan. Pada sisi lain, selain melalui pendidikan, terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi seseorang untuk menjadi wirausaha. Hal yang berkaitan dengan faktor internal terdapat faktor psikologis yang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kewirausahaan individu, serta merupakan fondasi seorang individu, dikenal sebagai psychological capital. Pada variabel psychological capital terdapat empat pilar yaitu hope, efficacy, resilience dan optimisme, yang akan diukur menggunakan alat ukur psychological capital questionnaire (Luthans, Youssef, & Avolio, 2007). Selanjutnya pemilihan partisipan menggunakan convenience sampling, dengan sampel berjumlah 50 mahasiswa, serta pengolahan data menggunakan metode analisa statistik deskriptif. Dari hasil penelitian menggambarkan psychological capital secara umum terdapat 17 mahasiswa yang memiliki skor “tinggi”, 15 mahasiswa memiliki skor “sedang” dan 18 mahasiswa memiliki skor “rendah”. Selain itu menggambarkan mahasiswa laki-laki memiliki psychological capital lebih tinggi daripada mahasiswa wanita, serta menggambarkan mahasiswa yang tidak mendapatkan pengetahuan kewirausahaan memiliki skor tinggi jika dibandingkan mahasiswa yang mendapatkan pengetahuan kewirausahaan. Penelitian relevan dengan penelitian sebelumnya pada penelitian bidang gender bahwa kewirausahaan jenis kelamin laki-laki memiliki psychological capital lebih tinggi. Serta sejalan dengan penelitian bahwa pembelajaran kewirausahaan memiliki hubungan dengan skor psychological capital yang tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak sehingga lebih menggambarkan psychological capital sebagai pondasi kewirausahaan pada mahasiswa dengan lebih kredibel.

