FOMO dan Keinginan Pelanggan Muda Netflix untuk Kembali Berlangganan

Authors

  • M. Ramadhana Reksoprodjo Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jakarta
  • Rizky Qastrunada Fatria Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jakarta
  • Angga Adi Saputra Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jakarta
  • Balqis Nashita Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jakarta
  • Cindy Febriani Thalia Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jakarta

Keywords:

dewasa awal, fear of missing out, Netflix, repurchase intention

Abstract

Fakta yang ada menunjukkan kalau jumlah pelanggan layanan streaming Netflix masih salah satu yang terbanyak di dunia. Data menunjukkan demografi pelanggan layanan ini berada pada tahap perkembangan dewasa muda (early adulthood). Fenomena ini menunjukkan perilaku repurchased intention dari pelanggan Netflix masih sangat kuat meski adanya asumsi mereka sudah menyelesaikan serial yang mereka tonton. Bagi individu-individu yang belum berlangganan akan menimbulkan efek psikologis yang dinamakan Fear of Missing Out (FoMO). Karakteristik partisipan merupakan individu yang berlangganan Netflix minimal dalam kurun waktu 6 bulan dan berusia 18 – 34 tahun. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 116 responden. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur FoMO yaitu Fear of Missing Out Scale oleh Wegmann, Oberst, Stodt, dan Brand (2017). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur repurchase intention yaitu customer repurchase intention oleh Hellier, Geursen, Carr, dan Rickard (2003). Hasil dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fear of missing out dengan repurchase intention pada emerging adult pelanggan layanan streaming netflix

Downloads

Published

2025-11-03