Hubungan antara Regulasi Emosi Interpersonal dengan Work Family Conflict pada Ibu yang Bekerja
Keywords:
regulasi emosi interpersonal, work family conflict, ibu yang bekerjaAbstract
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada 2022 sebesar 53,41 persen atau meningkat 0,28 persen dibandingkan pada tahun 2020. Tugas sebagai ibu yang bekerja menjadi lebih banyak (sebagai seorang ibu, istri dan memiliki tanggung jawab pekerjaan di kantor). Work family conflict menyebabkan emosi negatif. Pengaruh sosial menjadi salah satu pembentukan emosi, sehingga muncul sebuah konsep regulasi emosi interpersonal. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara regulasi emosi interpersonal dengan work family conflict pada ibu yang bekerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling non probability sampling, dengan 120 partisipan. Kriteria responden: wanita bekerja, berusia 20-40 tahun, sudah menikah, memiliki suami, memiliki anak usia di bawah 18 tahun, pendidikan minimal SMA, dan minimal usia pernikahan 2 tahun. Alat ukur: Work Family Conflict Scale (WFCS) milik Carlson dkk (2000) dan Interpersonal Emotion Regulation Questionnaire (IERQ) milik Hofmann (2016). Teknik analisis: Pearson Product Moment. Hasil: terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi interpersonal dengan behavior based work interference with family dan behavior based family interference with work pada ibu yang bekerja. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi interpersonal dengan keempat dimensi work family conflict lainnya. Kesimpulan: tidak adanya hubungan yang signifikan antara regulasi emosi interpersonal dengan work family conflict pada ibu bekerja.

