Konsep Syukur pada Orang Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Psikologis

Authors

  • Ikhwan Fadlu Fantazilu Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya
  • I Gusti Ayu Istri Risna Prajna Devi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Indonesia, kesejateraan psikologis, syukur

Abstract

Kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia di masa pandemi mengalami penurunan. Adapun salah satu langkah untuk meningkatkannya ialah dengan melatih diri untuk bersyukur. Namun sayangnya, banyak literatur yang masih mengartikan konsep syukur melalui perspektif barat atau suatu agama tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) merumuskan konsep syukur versi Indonesia, (2) menilik pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur yaitu menyintensis berbagai hasil penelitian terkini dan terdahulu guna menjawab pertanyaan penelitian. Pada penulisan artikel ini peneliti menyintesis 16 artikel jurnal dengan kriteria mengkaji konstruk syukur dari berbagai jenis penelitian yang terpublikasikan kurang dari 10 tahun terakhir. Artikel yang terkumpul kemudian dianalisa melalui simplified approach. Hasil menunjukkan bahwa konsep syukur masyarakat Indonesia terdiri atas 4 aspek: (1) bersyukur dengan ilmu, (2) bersyukur dengan hati, (3) bersyukur dengan ucapan, serta (4) bersyukur dengan perbuatan. Sedangkan lingkup syukur itu sendiri mencakup personal, interpersonal (hubungan dengan individu lain), dan transendental (hubungan dengan Tuhan, roh leluhur, ataupun objek supranatural lain). Lebih lanjut, kesejahteraan psikologis diprediksi dapat ditingkatkan dengan cara menginternalisasi tiap aspek kebersyukuran ke dalam aspek kesejahteraan yaitu basic needs, social needs, dan positive world views.

Downloads

Published

2025-11-03